Alarm Bahaya di Dunia Game! Pemerintah Soroti Kekerasan Game Online Pasca Insiden Tragis di Sekolah

Kasus ledakan yang mengguncang SMKN 72 Jakarta baru-baru ini telah memicu keprihatinan serius di tingkat pemerintahan tertinggi. Presiden RI Prabowo Subianto secara langsung meminta semua pihak untuk mewaspadai pengaruh game online, terutama genre battle royale, yang dinilai mengandung unsur kekerasan dan dikhawatirkan dapat disalahartikan oleh siswa.


Game Online dan Dampak Psikologis yang Mengkhawatirkan

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo meminta adanya upaya untuk “membatasi dan mencari jalan keluar” terhadap pengaruh game online. Kekhawatiran ini muncul karena game perang (FPS/Battle Royale) dinilai dapat memberikan dampak besar pada pelajar yang mungkin belum mampu membedakan antara konten fiksi yang bisa diaplikasikan dengan tindakan yang seharusnya tidak boleh dilakukan di dunia nyata. Insiden di SMAN 72 Jakarta menjadi pemicu utama perdebatan ini.

Tiga Raksasa Battle Royale yang Menjadi Sorotan

Merujuk pada data unduhan di Google Play per November 2025, game-game berikut adalah tiga judul Battle Royale paling populer yang menjadi fokus perhatian publik:

  1. Free Fire
    • Detail: Dikembangkan oleh 111 Dots Studio dan diterbitkan Garena. Game ini menjatuhkan 50 pemain ke pulau untuk bertarung dalam aksi cepat.
    • Angka Fantastis: Telah diunduh lebih dari 1,8 miliar kali secara global dan memiliki basis pemain dan pembelanjaan dalam game yang sangat besar, mendorong pendapatan Garena dari segmen hiburan hingga Rp9,3 triliun (tumbuh 28% dari tahun sebelumnya).
  2. PUBG (PlayerUnknown’s Battlegrounds) Mobile
    • Detail: Game ini melibatkan 100 pemain dalam satu pertandingan dan versi mobile-nya dikembangkan oleh Tencent. Game ini dikenal karena gameplay-nya yang lebih realistis dan taktikal.
    • Angka Fantastis: Telah melampaui 1,3 miliar unduhan secara global, dengan sekitar 323 juta pengguna aktif. Pendapatan Tencent dari gaming di kuartal kedua 2025 mencapai Rp87 triliun di pasar domestik Tiongkok.
  3. Call of Duty Mobile
    • Detail: Game FPS yang dikembangkan oleh TiMi Studio Group (bagian dari Tencent) dan diterbitkan Activision. Game ini menggabungkan mode multiplayer klasik dengan battle royale.
    • Angka Fantastis: Tercatat telah diunduh sebanyak 50 juta kali di Play Store.

Dilema Kebijakan dan Komunitas yang Meluas

Sorotan dari Pemerintah ini membuka kembali polemik lama tentang sensor, regulasi, dan tanggung jawab developer/publisher dalam menciptakan konten. Popularitas masif dari game-game ini (Free Fire, PUBG Mobile, dan Call of Duty Mobile) menunjukkan betapa terintegrasinya game online dengan kehidupan pelajar. Kini, tantangan besar ada di tangan pembuat kebijakan untuk menemukan solusi yang adil tanpa mematikan industri, sekaligus menjamin keselamatan dan perkembangan psikologis generasi muda.


Kategori Game: Mobile Gaming, Battle Royale, Kebijakan Publik

Platform: Mobile (Android, iOS)

Tags: Game Online, Prabowo Subianto, Free Fire, PUBG Mobile, Call of Duty Mobile, Regulasi Game

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *