Where Winds Meet Terjebak Ambisi, Ulasan Pahit IGN dan Escapist Ungkap Kegagalan Besar

Sungguh memilukan. Game Wuxia yang digadang-gadang revolusioner, Where Winds Meet, akhirnya dirilis dan ulasannya datang membawa kekecewaan yang besar. Tiga ulasan besar dari IGN, Escapist Magazine, dan Game Rant menunjukkan kesimpulan yang seragam: ambisi game ini terlalu besar, menghancurkan pengalaman bermain yang seharusnya epik, dan mengubahnya menjadi micromanagement yang membuat frustrasi.


Visual Memukau & Combat yang Cemerlang (Pujian Terakhir)

  • Visual Bintang Lima: Semua kritikus sepakat bahwa Where Winds Meet adalah keajaiban visual. Dunia open-world yang luas dan art style Wuxia-nya sangat indah, dengan detail seperti outfit yang berkilauan selama pertarungan.
  • Combat Terbaik: Sistem pertarungan dipuji karena fluiditas, style, dan kompleksitasnya. Pemain bisa merasakan flow bela diri yang sinematik, didukung berbagai jenis senjata dan martial arts. IGN menyebut combat ini sangat memuaskan, meskipun flow-nya lebih terasa seperti MMO daripada action game cepat.

Kekacauan di Balik Layar yang Menghancurkan Ritme RPG

Kelebihan combat ini gagal menutupi kelemahan fundamental yang ditemukan di tiga ulasan utama:

  1. Level-Gating dan Grinding yang Dipaksa (IGN): IGN melaporkan bahwa progres cerita utama dihentikan paksa oleh Breakthrough Test. Pemain dipaksa grinding XP dan bahkan harus menunggu daily server update (waktu nyata) hanya untuk melanjutkan alur cerita. Praktik level-gating yang memaksa ini disebut konyol dan menghancurkan imersi.
  2. Ekonomi dan Menu yang Overwhelming (Escapist & IGN): Escapist Magazine sangat kritis terhadap sistem ekonomi yang membingungkan. Pemain dibombardir dengan multiple currencies dan crafting material yang tak terhitung, membuat manajemen inventory menjadi mimpi buruk. IGN menyimpulkan bahwa fitur “Quick Advance” (tombol otomatis untuk upgrade) yang disediakan developer secara tak langsung membuktikan bahwa sistem micromanagement ini sudah gagal sejak awal.
  3. Terlalu Banyak Tuntunan (Game Rant): Game Rant menyoroti bahwa game ini terlalu banyak “membantu” pemain. Puzzle dan misi sering kali terasa hambar karena map marker langsung menunjukkan solusi, menghilangkan rasa penemuan yang esensial dalam game open-world.

Simpulan Pahit: Jack of All Trades, Master of None

Meskipun Where Winds Meet menjanjikan open-world dengan ratusan jam konten dan gacha yang menarik, konsensus dari kritikus (IGN dan Game Rant sama-sama memberikan skor 7/10) adalah game ini menjadi “Jack of All Trades, Master of None”. Game ini mencoba menjadi terlalu banyak hal (action MMO, adventure, card battler, rhythm game), sehingga tidak ada elemen yang mencapai potensi maksimal. Bagi para gamer, ini adalah pelajaran pahit tentang risiko ambisi yang tidak terkendali.


Kategori Game: Review, Action-RPG, Open-World

Platform: PC, PlayStation 5, Mobile

Tags: Where Winds Meet, IGN Review, Escapist, NetEase, Wuxia, Level Gate, Gacha

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *